Kamis, 28 Juli 2011

Cinta Pertama dan Sahabat Sejatiku


Satu kata yang sulit terucap...
Hingga bathinku tersiksa...
Tuhan Tolong aku jelaskanlah Perasaanku berubah jadi Cinta...

Ku dapati diri makin tersesat saat kita bersama...
Desah nafas yang tak bisa dusta Persahabatan berubah jadi Cinta...

Tak bisa hatiku munafikan Cinta...
Karena Cinta tersirat bukan tersurat...
Meski bibirku terus berkata tidak mataku terus pancarkan sinarnya...

Apa yang kita kini tengah rasakan...
Mengapa tak kita coba tuk satukan...
Mungkin cobaan untuk persahabatan...
Atau mungkin semua Takdir Tuhan...

(Sahabat Jadi Cinta – Zigaz)

Kamu adalah sahabatku semasa Sekolah Dasar. Aku tahu kamu menyukaiku tapi aku tak bisa menyadari dan yakin dengan semua itu. Karena yang aku tahu itu hanya keisengan+ledekan teman-teman sekelas kita aja.
Enam tahun menjalani banyak kisah indah bermain dan belajar kelompok bersama hingga akhirnya kita terpisah. Terakhir aku bertemu denganmu di masa SMP dan setelah itu aku tak pernah tahu kabar dan tak pernah bertemu denganmu lagi. Betapa kehilangan arah dan keceriaan hidupku di masa SMA, andai ada kamu pasti aku takkan merasakan sendiri dan kesepiaan ini hingga aku tak betah tinggal di Jakarta dan memutuskan untuk Hijrah ke Kota Hujan. Aku merasa masa depanku suram dan semakin terasa gelap ketika aku sakit dan harus berhenti kuliah. Di tahun pertama tinggal di Bogor ujian kehidupan semakin bertambah dan membuatku menjadi bisa berpikir bijak untuk menghadapi kesepian ini dan banyak pengalaman yg membuat aku menjadi mandiri untuk menghadapi masa depanku. Dan sekarang aku harus katakan I Loph u Full Bogor :)
Singkat cerita berkat Fb aku bertemu dengan sahabatku Rachmat dan akhirnya bertemu kembali dengamu RiskiQuw :)
Pertemuan pertama kita di bulan April 2009 @ CL with Jeng Enno, Erwin n Rachmat, senangnya hatiku bisa bertemu dan kumpul bersama dengan sahabat-sahabat kecilku yang sangat aku rindukan. Setelah pertemuan itu tak ada rasa yang berubah, masih enjoy n biasa-biasa aja.
Kembali menjalani kisah+kenangan indah di masa Dewasa yang mungkin dulu menjadi dunia khayalan kita.
Kesimpulan yang ada dalam pikiranku adalah ”kita hanya sama-sama Penasaran dengan Perasaan kita”. Biarlah semua berjalan dengan apa adanya dan mengalir bagai air yang tak tahu kemana akan bermuara. Tapi tiba-tiba aku mengalami perubahan rasa sayangku sebagai sahabat menjadi butiran Cinta yang semakin lama semakin tumbuh besar dihatiku, sebesar rasa penasaranku apakah kamu juga merasakan hal yang sama denganku???
Mungkin ini balasan untukku , rasa yg kamu rasakan dahulu baru sekarang aku yang rasakan menyukai, mengagumi sampai akhirnya aku sangat menginginkanmu untuk menjadi ”Cinta Pertama dan Terakhirku”
Apalagi setelah perjalanan kita @ TA , aku sampai tak bisa tidur nyenyak selama tiga minggu. Perasaan bercampur aduk, curhat sana sini sedikit membuatku tenang dan harus mengikhlaskanmu untuk kembali menjadi sahabat sejatiku ;)
Kita takkan mungkin bersatu karena iman kita yang berbeda, jika dipaksakan pasti akan merusak persahabatan kita dan mengecewakan hati orangtua kita... >betuL nda maz?<
Kisah dan perasaan yang aku rasakan sungguh Luar Biasa untuk sahabatku yang Luar Biasa yang selalu ada saat aku merasa sepi, membuatku bahagia dan bersemangat untuk melanjutkan wujudkan impian-impianku.

Terima kasih Cinta...
Syukurku PadaMu telah memberikan dan mengizinkan aku merasakan semua ini...
Akhir kisah ini aku ikhlaskan dan serahkan kepadaMu...
Ya Robb Pemilik hati ini... :)


Ya Allah...
Engkau Pemilik Hati ini Yang Maha Cinta dan Maha Mengetahui segalaNya...
Aku mohon tuntunlah hatiku menuju KeridhoanMu...
Aku yakin Engkau akan memberikan Cinta Sejati untuk kami berdua... :)

Senandung untukmu maz...

Sebelumnya tak ada yang mampu mengajakku untuk bertahan di kala sedih..
Sebelumnya ku ikat hatiku hanya untuk aku seorang...
Sekarang kau disini hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian...

*Kau buat aku bertanya kau buat aku mencari...
  Tentang rasa ini aku tak mengerti...
  Akankah sama jadinya bila bukan kamu...
  Lalu senyummu menyadarkanku...
  Kau cinta pertama dan terakhirku...

Sebelumnya tak mudah bagiku tertawa sendiri di kehidupan yg kelam ini...
Sebelumnya rasanya tak perlu membagi kisahku tak ada yang mengerti...

Bila suatu saat kau harus pergi jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik
Karena senyummu menyadarkanku kaulah cinta pertama dan terakhirku

**Kau buat aku bertanya...
    Kau buat aku mencari...
    Tentang rasa ini aku tak mengerti...akankah sama jadinya bila bukan kamu...
    Lalu senyummu menyadarkanku...
    Kaulah cinta pertama dan sahabat sejatiku...

(Sherina - Cinta pertama dan teakhir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar